Kamis, 27 Oktober 2011

Mengobati mata minus, plus dan silindris dengan cara alami


Tulisan ini saya kutip dari buku Roberto Kaplan yang berjudul No Glasses, yang di Indonesia diterbitkan oleh PT. Bhuana Ilmu Populer, terbitan tahun 200?
Sebelum kita memulai untuk mempelajari cara-cara menyembuhkan mata minus(myopia), plus (presbyopia) dan silindris (astigmatism), perlu kita ketahui beberapa penyebab utama kenapa kemampuan penglihatan mata (dalam buku ini disebut sebagai vision-fitness) kita bisa menurun, antara lain adalah (tidak berdasarkan urutan):
  1. Pola makan yang tidak sehat, seperti asupan karbohidrat sederhana yang berlebihan dan makanan yang terlalu diolah, serta makan ketika merasa stress
  2. Bersekolah
  3. Kebiasaan membaca yang salah
  4. Polutan di udara, air dan makanan (bahan kimia, pengawet dll)
  5. Konsumsi gula yang berlebihan
  6. Kurang terkena sinar matahari
  7. Tempat kerja yang buruk
  8. Sekolah dan olahraga yang terlalu berorientasi pada keberhasilan
  9. Tradisi keluarga
  10. Perceraian
  11. Sering berpindah-pindah
  12. Terlalu banyak menonton televisi
  13. Memakai monitor komputer yang buruk
  14. Pola perilaku penyangkalan dan kecanduan

Beberapa hal lain yang perlu kita perhatikan
  1. Kondisi mental sangat berpengaruh pada kesehatan pengelihatan mata (vision fitness)
  2. Memakai kacamata yang sesuai dengan ukuran minus/plus kita, justru akan membuat kita semakin tergantung dengan kacamata dan tidak ada kesempatan untuk memperbaiki penglihatan kita. Dalam buku ini disarankan, untuk memakai kacamata yang setingkat lebih rendah (dengan kemampuan penglihatan sekitar 87,5%) sehingga mata berusaha untuk memperbaiki fokusnya, dan pada akhirnya bisa mengurangi ketergantungan pada kacamata.
  3. Kondisi mata yang terkadang terasa capek, perih, buram dsb, adalah suatu pertanda/pesan dari mata, kalau mata sudah terlalu capek, maka dari itu jika kita mengalami hal-hal tersebut, segera istirahatkan mata anda untuk beberapa saat
Latihan Otot Mata
mata

Bagian-bagian mata secara sederhana terbagi atas;
  1. KorneaLapisan terluar dari mata, yang melengkung dan mengkilat. Bagian ini menutupi iris (bagian berpigmen). Kornea mengkontrol 80% daya pembiasan mata. Kornea mendapat nutrisi dari air mata, yang juga berfungsi sebagai pelumas. Air mata didistribusikan keseluruh permukaan kornea ketika kita berkedip.
  2. Iris dan Pupil
    Iris adalah selaput berwarna diantara kornea dan lensa. Otot iris dirangsang oleh ada atau tidaknya sinar. Jika sinar terlalu banyak, ototnya berkontraksi sehingga pupil (celah hitam dibagian tengah iris) mengecil. Di tempat gelap, otot-ototnya mengendur dan pupil membesar. Dengan demikian, iris mengatur jumlah sinar yang masuk ke mata.
  3. Lensa Mata dan Otot Ciliar
    Lensa mata adalah struktur cembung yang transparan, yang berguna untuk memfokuskan cahaya yang masuk melalui pupil agar terbentuk gambar pada retina. Otot ciliar mengatur focus cahaya dengan mengubah bentuk lensa. Otot “pengatur focus” tersebut besifat involuntary, yaitu otot yang kerjanya tidak dapat anda control secara sadar. Artinya, jika anda terlalu focus, otot ciliar menjadi kejang dan lembam, yang mengakibatkan penglihatan anda kabur. Anda juga akan merasakan terjadinya kelambatan dalam mengatur focus.
    Stimulasi pada otot ciliar akan menambah kemampuan focus pada lensa sehingga anda dapat berfokus pada detail kecil dalam jarak yang lebih dekat, seperti ketika anda membaca, menjahit, merajut, bekerja dengan computer, dan mecari nomor di buku telepon.
    Berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu memelihara kebugaran focus:
    • Letakan ibu jari anda sekitar 15 cm didepan mata, berfokuslah pada ibu jari, lalu lihat kejauhan, kemudian kembali focus ke ibu jari.
    • Ketika melakukan aktivitas yang tidak memerlukan focus ke satu benda secara terus menerus, pindahkan lah focus anda ke berbagai objek, jauh dan dekat, secara bergantian, misal sewaktu duduk di depan computer, pandanglah kibord, monitor, benda-benda diatas meja, keluar ke jendela, kembali ke kibord, dst.
  4. Retina dan Fovea
    Retina adalah selaput yang sensifit terhadao cahaya, melapisi bagian belakang bola mata, energi cahaya yang menyentuh retina diubah menjadi insyarat kimiawi yang membawa informasi ke otak melalui saraf mata. Retina berfungsi mendeteksi gerakan di sekitar penglihatan dan melihat di malam hari.
    Persepsi visual paling tajam terjadi di daerah dekat pusat retina yang disebut fovea centralis. Ketika semua berkas cahaya terfokus secara tepat pada fovea, anda melihat dengan ketajaman penuh.
    Anda harus berhati-hati untk tidak membuat mata terlalu tegang untuk melihat dengan jelas, hindari menatap ke suatu tempat dalam waktu yang sangat lama. Biarkan mata anda menari dan bergerak. Membelalak pada sesuatu menimbulan stimulasi berlebihan pada fovea dan dapat menyebabkan kekejangan otot focus yang akhirnya dapat mengurangi efektivitas fungsi retina sehingga anda kehilangan objek disekitar penglihatan anda.
  5. Otot-otot luar mata
    Setiap mata memiliki 6 otot yang mengelilingi bola mata. Mata dapat bergerak ke kanan, ke kiri, bawah, atas, tengah, samping, selalu parallel satu sama lain. Otot-otot ini melekas pada sclera (bagian bola mata yang berwarna putih). Kemampuan anda mengkoordinasi gerakan otot-otot tersebut sangat berpengaruh dalam menentukan tingkat vision fitness anda.
Latihan vision fitness untuk bagian-bagian tertentu pada mata.
  1. Kornea: kedipkan mata sekali setiap tiga detik
  2. Otot iris/pupil: hadapkan mata tertutup ke sinar matahari, dan kedipkan (dalam keadaan tertutup)
  3. Otot ciliar/lensa mata: sambil bernafas berfokus kearah dekat/jauh
  4. Retina/fovea: jangan menatap terlalu lama, sering2 gerakanlah mata
  5. Otot-otot mata: latihan meregangkan otot mata (menggerakan mata ke atas, kebawah, samping kanan dan kiri)
  6. Keseluruhan mata (relaksasi) menutup mata dengan kedua tangan (palming)
  7. Kebugaran mata secara keseluruhan: sewaktu latihan, bayangkanlah bagian2 mata.

2 comments

28 Oktober 2011 pukul 01.20

mataku juga lagi sakit nih.. kena apa yah..

masih males periksa.. smoga ga kenapa-kenapa...
smoga cuman ngantuk...

hahahaha....

28 Oktober 2011 pukul 02.29

wahhh.. coba aja periksa sob.. sapa tau gejala apa gitu :p


amin

Masukkan Komentarmu

Jika artikel di atas menarik silahkan berkomentar dengan sopan. Terima kasih.
Blog ini DOFOLLOW silahkan berkomentar jika menginginkan Backlink.

Next Next home